NUSWANTORO DIPANTARA NKRI

Google+ Badge

Google+ Badge

Selasa, 29 November 2016

BHINNEKA TUNGGAL IKA TAN HANNA DARMA MANGWRA


Gusdur adalah guru bangsa. Ia telah mengajarkan kita melihat dunia, agama, dan kemanusiaan dari sudut pandang sepatutnya. Sebab seringkali kita lupa, bahwa semua itu memerlukan sepatutnya saja. Tidak dilebihkan atau dikurangkan. Tidak dimenangkan atau dikalahkan. Tidak juga diminoritaskan atau dimayoritaskan. Begitulah sepatutnya kita berbangsa. Seperti Gusdur ajarkan. Bangsa ini bukan di rancang untuk melindungi minoritas. Juga bukan untuk melindungi mayoritas. Tetapi bangsa ini di bangun untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. Inilah maksud Gusdur ketika menjabat presiden hendak mencabut Tap MPRS XXV Tahun 1966 tentang pembubaran PKI. Gusdur mafhum, bangsa ini memerlukan rekonsialiasi. Negara sepatutnya melindungi semua. Tanpa berusaha menyingkirkan lainnya. Sejak awal, Pendiri bangsa ini telah sadar. Bahwa kita berbangsa dan bernegara di atas kebinekaan. Kebinekaan adalah fakta dan bukan masalah. Gusdur kembali ingatkan kita. Bahwa kita ini bersaudara. Tidak boleh saling menumpahkan darah, meski kebenaran adalah alasannya. Gusdur tidak sekedar berkata, tetapi ia memberikan contoh pada kita. Gusdur memilih turun tahta. Dibanding bangsa ini bercerai-berai. Gusdur ajarkan keberanian. Seperti beraninya pendiri bangsa ini membangun negara di atas kebinekaan. Gusdur juga membela si ratu ngebor, Inul. Gusdur membela Ahmadiyah. Gusdur mengakui Konghucu sebagai agama resmi negara. Apakah alasan Gusdur bertumpu karena mereka minoritas? Saya yakin tidak. Alasan Gusdur pastilah lebih mendasar dan universal. Ini tentang kemanusiaan, kebebasan berekspresi, dan sesuai kaidah yang di gariskan oleh Undang-undang dasar 1945. Seperti lirik puisi ‘Aku Menyayangimu’ karya Gusmus yang di nyanyikan oleh Iwan Fals: Aku menyayangimu karena kau manusia Tapi kalau kau sewenang wenang kepada manusia Aku akan menentangmu Karena aku manusia Aku menyayangimu karena kau manusia Tapi kalau kau memerangi manusia Aku akan mengutukmu Karena aku manusia Aku menyayangimu karena kau manusia Tapi kalau kau menghancurkan kemanusiaan Aku akan melawanmu Karena aku manusia Aku akan tetap menyayangimu Karena kau tetap manusia Karena aku manusia Ini Soal Bangsa Gusdur bukan pembela Tuhan, seperti yang pernah ia nyatakan sendiri. Tetapi Gusdur adalah pembela sesama. Ia tegas dalam komitmen kebangsaan. Seperti yang tertuang dalam alinea keempat pembukaan UUD. Pemerintah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Jika ada yang coba-coba mengoyaknya, Gusdur tegas menentangnya. Sekalipun ia berteriak atas nama Tuhan. Gusdur berhenti bicara soal mayoritas dan minoritas dalam kekerasan. Kekerasan terjadi bukan karena mayoritas melawan minoritas. Tetapi satu warga negara menyerang warga negara lainnya. Sekelompok anak manusia menganiaya anak bangsa lainnya. Ini merusak rajut kebangsaan. Kebangsaan di bangun di atas benang kebinekaan. Adat, suku, ras, dan agama memiliki warnanya masing-masing. Yang memperindah kebangsaan, bukan untuk dikoyak. Apabila satu anak manusia menyerang warga lainnya. Gusdur melihat ini bukan sekedar aksi kriminal. Ini merusak rajut kebangsaan. Pendiri negeri ini mafhum ketika menghapus piagam Jakarta. Ayah Gusdur, Wahid Hasyim ikut serta menghapus dominasi satu kelompok di atas kelompok lainnya. Apapun label kebenarannya: Kesukuan, kepercayaan, atau nash keagamaan. Karena begitulah seharusnya sebuah negara. Ia melindungi segenap warga negara. Kebinekaan telah lama bersemi di negara ini, begitu seringkali Gusdur katakan. Sejak abad ke-8 Mpu Tantular sudah menyatakan Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan. Ini juga yang menginspirasi Soekarno dalam melahirkan Pancasila. Menggali kearifan nusantara. Negara, seperti seringkali Gusdur tuntut, harus tegas soal keadilan sosial. Legitimasi keagamaan atau lainnya, tidak boleh dibiarkan menindas lainnya. Karena pikiran, perasaan, atau keyakinan tidak dapat ditolerir ketika di ekspresikan lewat kekerasan. Ini Soal Keyakinan Gusdur pernah menyindir kita dalam kalimat tanya. Memang dahulu mana kita sebagai warga negara dengan sebagai pemeluk agama? Gusdur ingatkan kita, banyak yang telah kabur melihat benang tipis ini. Atas nama agama, banyak anak bangsa terkoyak kemanusiannya. Begitu sebaliknya, Atas nama negara berjuta nyawa telah di hilangkan jiwanya. Karena dia Ahmadiyah, dia tidak berhak kita tumpas. Karena dia simpatisan PKI tidak berhak negara melenyapkannya. Begitulah pesan Gusdur. Gusdur bukan sosok yang tak paham soal keagamaan. Gusdur adalah ulama’ yang di ikuti fatwanya oleh 30 juta rakyat Indonesia. Gusdur juga pernah tiga periode memipin ormas terbesar di negeri ini. Gusdur sadar, keyakinan bukan sebuah paksaan. Tetapi ia harus tumbuh dalam kesadaran pengikutnya. Apabila keyakinan dipaksakan. Manusia tidak lagi menyembah Tuhan. Tetapi ia menyembah ketakutannya sendiri. Gusdur sadar itu. Gusdur lebih ingin melihat kita beragama secara dewasa. Keyakinan pada aliran agama tertentu tidaklah sama dengan agama itu sendiri. Keyakinan pada aliran agama musti di dialogkan secara terus menerus. Begitu juga perbedaan agama, ia musti menempa diri dalam tenggang rasa. Karena perbedaan agama, keyakinan atau aliran bukan terjadi bulan lalu. Tetapi ia telah lahir berabad-abad lamanya. Perbedaan ini telah banyak memakan korban. Ruang dialog dan toleransi harus dikedepankan disini. Dalam kerangka mempertahankan rajutan kebinekaan. Ditangan Gusdur teks-teks keagamaan menemukan kesegaran. Setelah sekian kali tereduksi pemahaman sempit pengikutnya. Gusdur ajari kita tentang bolehnya ucapan Natal. Meski MUI dengan lantang melarangnya. Gusdur juga ajari kita berpolitik secara jernih, tanpa melibatkan perasaan sentimental. Sewaktu menjabat presiden, Gusdur membangun hubungan diplomatik dengan Israel. Banyak yang menentangnya. Tapi Gusdur tahu, hubungan diplomatik adalah pintu gerbang lahirnya perdamaian. Humanisme Gusdur Kerangka besar pemikiran Gusdur ini adalah kemanusian. Karena teks-teks keagamaan sekalipun adalah untuk umat manusia. Kemanusiaan adalah upaya menghargai manusia sebagai manusia. Tuhan sekalipun mengidentifikasi dirinya dalam diri manusia. Sewaktu manusia dalam ketertindasan, Tuhan bersamanya. Sewaktu manusia mengasihi sesamanya, Tuhan bersamanya. Gusdur melihat ini. Gusdur mencintai manusia karena ia mencintai Tuhan. Humanisme Gusdur adalah mencintai manusia dengan segala budayanya. Gusdur seringkali tegaskan bahwa Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita menjadi budaya Arab. Bukan untuk ‘Aku’ jadi ‘Ana, bukan ‘Sampyan’ jadi ‘Antum’, bukan ‘Sedulur’ jadi ‘Akhi’. Kita musti mempertahankan budaya kita sendiri. Kita serap ajaran agamanya. Tapi bukan budaya Arabnya. Begitu pesan Gusdur soal kebudayaan manusia Indonesia. Kemanusian tanpa kebudayaannya sendiri adalah kemanusiaan yang tercerabut dari akarnya. Gusdur juga menginspirasi kita dalam persoalan memaafkan manusia. Gusdur sebagai kepala Negara secara terbuka mampu meminta maaf kepada korban eks-PKI. Meski secara terbuka pula Pramoedya Ananta Toer menolaknya. Gusdur tidak pernah sekalipun mendendam. Gusdur telah memaafkan Amien Rais dan Megawati yang ia tuding bertanggung jawab melengserkannya dari kursi kepresidenan. Gusdur sampaikan ini di acara Kick Andy tahun 2007 lalu. Memaafkan iya, melupakan tidak. Begitu kata Gusdur yang mengundang tawa seluruh penonton. Pembelaan Gusdur selama ini haruslah dilihat sebagai pembelaan terhadap kemanusiaan. Bukan lagi karena ia mayoritas, atau karena ia minoritas. Gusdur membela siapa saja yang haknya di rampas. Kebebasaanya dikebiri. Dan keluasaanya dibatasi. Gusdur juga menyuarakan dengan lantang apapun yang membela kemanusiaan. Pluralisme, multikulturalisme, kebangsaan, dan kebebasan beragama. Ini adalah instrument pembebasan Gusdur yang harus kita pahami dalam kerangka kemanusiaan. Tentu belakangan ini kita semua merasa rindu kepada Gusdur. Rindu mendalam kepada seorang guru yang telah mengajarkan kita tentang cara memaknai kehadiran Tuhan dalam berhubungan dengan manusia. Terlebih, Perlahan republik ini kembali ingkar pada janji pertamanya: Melindungi segenap bangsa dan tumpah darahnya. Anak bangsa di biarkan dikoyak oleh kelompok lain karena alasan aliran keagaaman. Begitu yang kita lihat di Sampang, Madura. Setelah Gusdur meninggalkan kita. Kita rindu suara lantangmu, Gus!

Rabu, 16 November 2016



Selasa, 01 November 2016

Ditooo… Apa Lagi (Part 1)

Ditooo… Apa Lagi (Part 1) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Uahhhmmm… Dito menguap dengan malas. Pagi ini hawa dingin begitu menusuk, tapi yang begini malah asik buat bobo lagi. Eits… tapi ini sudah jam setengah tujuh saatnya bangun dan bersiap menuju tempat tugasnya. Proyek yang lagi dikerjakan kebetulan hanya berjarak tiga kilometer dari rumah sehingga cukup memanjakan Dito untuk bangun agak lebih siang dan bersiap lebih nyaman, karena waktu tempuh dari rumah ke proyek hanya memakan waktu sepuluh menit.

Oh iya temen-temen pasti belum mengenal siapa Dito, Dito adalah cowok imut berkaca mata minus, kelahiran dua puluh dua tahun yang lalu, baru setahun mengenal dunia kerja, setelah lulus tahun lalu sebagai sarjana Teknik Sipil jebolan sebuah universitas swasta ternama di kota Semarang.

Aktivitasnya sebagai pengawas lapangan menuntut badan yang selalu bugar, jadi wajar dong kalau hari ini setelah mandi, Dito menghabiskan sarapan dua piring nasgor buatan Bik Ipah. Itu bukan alasan juga kali ya… tapi alibi saja. Bukan karena lapar tapi memang karena doyan makan. Nasgor buatan Bik Ipak memang tak ada duanya, walau demi menghabiskanya harus berjuang sampai berkeringat-keringat (karena kepedasan… hehehe) tapi luaarrr biasa.

Kemarin Dito mengalami kejadian lucu tapi juga memalukan. Gara-gara hobinya pasang status menggoda di sebuah jejaring sosial (maklum kan masih tahap
... baca selengkapnya di Ditooo… Apa Lagi (Part 1) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

KITA DISENGSARAKAN SPEKULAN MINYAK?

KITA DISENGSARAKAN SPEKULAN MINYAK? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

05 Agustus 2008 – 13:26 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 8.00 / 2 votes)

INVESTASI alternatif dengan janji untung besar, siapa yang tidak tertarik?

Suatu sore, di satu kafe di sekitar Pancoran, saya bertemu dengan seorang pejabat yang minta bantuan saya terkait dengan rencananya untuk menulis buku. Namun ternyata, itu bukan pertemuan “bilateral” antara saya dengan pejabat tersebut, melainkan pertemuan “multilateral”. Setelah sekitar satu jam kami bebicara, datang dua perempuan cantik yang juga janji bertemu dengan sang pejabat.

“Sebentar lagi saya akan ada tamu lain, tolong Mas Her jangan pergi, nanti saya akan minta Mas Her memberi pertimbangan,” kata pejabat tersebut.

Tamu tersebut, ya dua perempuan cantik itu.

Setelah berbasa-basi sejenak kedua perempuan itu mulai menawarkan investasi yang menurut mereka sangat menjanjikan. “Bapak boleh pilih, mau investasi di komoditas atau forex… dijamin untung
... baca selengkapnya di KITA DISENGSARAKAN SPEKULAN MINYAK? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 31 Oktober 2016

Evanity

Evanity Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saya selalu bercita-cita sebagai pemimpin, dalam segala hal. Tapi sering kali saya menyadari, bahwa saya tidak bisa dikatakan pantas untuk hal itu.
Oleh karena itu, saya punya banyak cita-cita cadangan.
Salah satunya…
‘Penulis?’ Kenapa tidak?
Dan karena kehidupan saya terlalu datar untuk dijadikan cerita, maka saya gunakan sudut pandang orang lain ditambah cerita fiktif di dalamnya.
Inilah..

‘EVANITY’

“Apa kau tahu?”, Evan memulai pembicaraan.
“Soal apa?”, jawab Niti.
“Gurita memangsa hiu…”
“Apa hubungannya dengan kita?”, Niti pun penasaran.
“Tidak ada! Hanya celetukan di tengah ketegangan.”, gurau Evan.
“Bisakah kau bicara lebih serius? Kita sedang dalam perjalanan perang.”
“Justru itu, sedikit gurauan itu akan sangat berguna bagi kita. Kita tidak tau apa yang akan terjadi di depan. Mungkin saja kita akan gugur dan gagal dalam misi ini.”, kilah Evan.
Dengan nada dingin Niti menjawab, “Jika kau tidak tau apa yang akan terjadi di depan, maka BERSIAPLAH!”
“Dan lagi aku tidak sudi mendengar dugaan pesimismu! Kita pasti akan menyelesaikan misi mulia ini dengan baik, sesuai ritme.”, tegas Niti.
Mendapati sorot mata penuh ambisi dan keyakinan itu, Evan hanya menoleh ke arah Niti dan berkata dalam hati, “Seperti biasanya, Ia selalu serius.
... baca selengkapnya di Evanity Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

SIIAAP

SIIAAP Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Belum lama ini saya diundang ke Dumai oleh Pertamina. Ada pertemuan reguler terkait target dan strategi pencapaiannya yang perlu disampaikan manajemen kepada jajaran pekerja. Tantangan kerja di lingkungan Pertamina memang bukan main. Banyak sekali variabel yang memengaruhi kinerja akhir dan tidak semuanya berada dalam kontrol langsung manajemen. Faktor politis dan kondisi sosial masyarakat terkait isu bahan bakar minyak bisa memaksa manajemen mengubah berbagai hal yang semula sudah dipersiapkan. Suasana yang nampak dan terasa, tidaklah menggembirakan. Tiga ratusan audiens yang memenuhi ruangan terlihat memang butuh penyegaran. Mereka orang-orang yang berpengalaman dan kompeten dalam bidang masing-masing. Namun tuntutan kinerja yang diharapkan memang bukan soal gampang. Tidak hanya perlu komitmen total, tetapi juga suntikan antusiasme. Bagaimana pun, kerja seharusnya juga menimbulkan gairah dan kegembiraan, bukan?

“Menurut Bapak bagaimana seorang pekerja dapat membuat dirinya pantas diandalkan dalam berbagai situasi kerja yang menantang seper
... baca selengkapnya di SIIAAP Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 29 Oktober 2016

Jejak-Jejak Keajaiban Mimpi

Jejak-Jejak Keajaiban Mimpi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Keajaiban itu, berawal saat mahasiswa baru yang bernama Tira menginjakkan kakinya di sebuah kampus tersohor. Yaitu institut teknologi bandung, dengan tekad yang kuat untuk menuntut ilmu di kampus tersebut. Ia mulai membuat jejak-jejak mimpinya. Setelah disambut dengan hangat di kampus tersebut, ia mulai menuliskan mimpi-mimpinya pada dua lembar kertas dan ia tempelkan pada dinding kamar kostnya. Pada suatu ketika ada teman-teman Tira yang berkunjung ke kostnya dan mereka melihat dua lembar kertas yang tertempel dinding kostnya tersebut mereka membaca isi dari dari dua lembar kertas tersebut yang berisikan impian-impian yang dituliskan oleh Tira. Setelah itu teman-teman Tira pun berkata padanya “hahaha, sudahlah Tir… itu kan cuman hayalan kamu aja”, ujar teman-teman Tira dengan ekspresi menyindirnya. Lalu Tira menjawabnya dengan santai “gak apa-apa kok sob siapa tau suatu hari nanti jadi kenyataan”, lalu teman-teman Tira tersadar akan semangat yang besar dari Tira mereka pun memberikan dukungan untuk Tira dan berkata “oke deh Tir semoga aja impianmu itu bukan jadi pajangan belaka”, “oke sob, terima kasih atas dukungan kalian” sahut Tira. Selain teman-teman yang mendukung Tira ban
... baca selengkapnya di Jejak-Jejak Keajaiban Mimpi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 27 Oktober 2016

1001 Burung Kertas

1001 Burung Kertas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.

Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. ?Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain?,?Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya?,?Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia?,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.

Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: ? July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencint
... baca selengkapnya di 1001 Burung Kertas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 17 Oktober 2016

Filosofi Hati

Filosofi Hati Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Untuk apa pacaran? Demi apa pacaran? Mengapa kamu pacaran? Manfaat apa yang kamu peroleh dari pacaran? Sama sekali nggak ada!”

Aku diam. Duduk tegak layaknya garuda wisnu kencana yang menumbukkan mata pada perempuan berhijab di depan kelas. Mendengar deru pacu kata demi kata perempuan religius yang kini tengah berdiri di depan kelas. Berkoar membuka acara islami sederhana untuk mengisi kekosongan menit-menit tatkala para adam sujud berjamaah di Jumat tanpa syahwat.

“Kita cewek, perempuan. Sekarang aku tanya.. Siapa sih yang paling dirugikan ketika kita berpacaran?” ujar seniorku lantang saat memresentasikan projeknyda dalam proyeksi layar putih lebar yang terbentangkan di dinding depan.

“Kita!” Sahut kami serempak.

Perempuan kuning langsat itu tersenyum samar. Kalakian bertanya pelan, “Lalu, kenapa kamu masih mau pacaran?”

Untuk beberapa detik, hanya terdengar jawaban yang bertalun dalam ganglia. Hingga seorang yang duduk paling depan menjawab, “Karena pacaran itu nggak pernah tersebutkan dalam firman, sabda ata
... baca selengkapnya di Filosofi Hati Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 15 Oktober 2016

Meningkatkan Rasa Syukur

Meningkatkan Rasa Syukur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“O Lord! that lends me life, Lend me a heart replete with thankfulness! – Oh Tuhan yang telah memberiku kehidupan, Berikanlah hamba hati yang penuh dengan rasa syukur!” ~ William Shakespeare (1564-1616) Penyair, Penulis Drama, dan Seniman

Realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan keinginan. Tekanan dan tantangan hidup kian memancing kita untuk lebih sering mengeluh daripada bersyukur. Berikut ini kisah yang menginspirasi agar kita meningkatkan rasa syukur.

Diceritakan tentang seorang pengemis buta. Ia memegang sebuah papan kecil. “Saya buta, tolong bantuan!” bunyi tulisan itu. Sedihnya, banyak orang yang sudah berlalu lalang di depannya, tetapi sangat sedikit orang yang rela membagikan recehan mereka kepada pengemis tersebut.

Seorang pemuda memAndang penuh iba, lalu berinisiatif mengganti tulisan di papan tulis tersebut. Tak berselang lama, hampir semua orang yang lewat selalu membagikan uang mereka. Sungguh dahsyat kekuatan kalimat ya
... baca selengkapnya di Meningkatkan Rasa Syukur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wiro Sableng #113 : Hantu Santet Laknat

Wiro Sableng #113 : Hantu Santet Laknat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

LUHTINTI TERTAWA. DENGAN MANJA DIA TURUN DARI PANGKUAN WIRO. WALAU KEADAAN DI DALAM GOA REDUP AGAK GELAP NAMUN WIRO MASlH BlSA MELIHAT BAHWA SAAT ITU DI SEBELAH ATAS LUHTINTI TIDAK MENGENAKAN APA-APA LAGI. "WIRO, SEPERTI AKU KATAKAN TADI AKU INGAT ADA SATU CARA YANG BlSA MEMBUAT KITA MAMPU KELUAR DARI RIMBA BELANTARA TERKUTUK INI." "KALAU BEGITU LEKAS KATAKAN ...." "CARANYA SANGAT SEDERHANA WIRO," KATA SI GADIS DENGAN WAJAH DITENGADAHKAN DISERTAI LAYAMGAN SENYUM. "KAU MENGAWINI AKU, MENGAMBIL AKU JADI ISTRIMU ...." PENDEKAR 212 TERSENTAK MENDENGAR KATA-KATA LUHTINTI ITU. SI GADIS SEBALIKNYA MALAH TERTAWA PANJANG.

SATU

LANGIT malam bertambah gelap ketika bulan sabit tertutup lenyap dibalik awan hitam. Di kejauhan terdengar suara auman binatang buas dari arah rimba belantara Lasesatbuntu. Suara tiupan angin berdesirdingin. Tiba-tiba ada suara sayap menggelepar di udara. Lalu tampak dua titik merah bercahaya melayang dari jurusan Gunung Latinggimeru.

Dua titik merah ini ternyata adalah sepasang mata seekor kelelawar besar yang terbang menuju puncak sebuah bukit batu berbentuk kerucut tumpul. Di atas bukit batu ini tampak mendekam duduk satu sosok tubuh kurus kering memiliki wajah
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #113 : Hantu Santet Laknat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 14 Oktober 2016

kidung rumekso ing wengi

AL QUR'AN 30 JUZ Part 1

Pemerintahan jokowi komunis pkc atheis pki mencekik umat rakyat bangsa negara


Fakta Pemerintahan Jokowi yang mencekik menindas mmeras rakyat bangsa negara warga masyarakat semuanya daerah pusat dimanapun !!! Suaraaktivis.com- Kehidupan rakyat makin sulit, akibat harga-harga makin mencekik, dibarengi kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi tidak pro rakyat, lebih banyak memihak kepada para pemodal asing maupun aseng, hal itu membuat masyarakat makin geram.Fenomena kesulitan nasional ini, membuat seorang netizen bernama Heri Alfath mengumpulkan daftar kegagalan Jokowi selama memimpin Indonesia setengah tahun ini?Berikut daftar 31 kegagalan JokoWidodo:1. BBM naik.2. Harga beras naik.3. Harga gas mahal.4. Harga listrik naik.5. Semua kebutuhan sembako naik.6. Tarif kereta api ekonomi naik.7. Jalan tol dikenakan pajak.8. Tatanan hukum dan konstitusi amburadul.9. Stabilitas politik & partai politik acak-kadut.10. PPP dan Golkar diobok-obok.11. Hutang negara bertambah Rp 250 triliun.12. Penerimaan pajak sampai Maret 2015 dibandingkan periode yang sama Maret 2014 turun Rp 50 triliun.13. Lembaga penegak hukum ditarik-tarik ke ranah politik.14. Intitusi Polisi & KPK diobok-obok.15. Impor beras dan gula semakin gila.16. Parpol yang bersebrangan dengan pemerintah dipecah belah17. Daya beli rakyat menurun, biaya hidup naik mengikuti kenaikan harga BBM.18. Ekspor turun, impor naik tajam.19. Izin ekspor konsentrat Freeport dan Newmont diperpanjang tanpa perlu bangun smelter. #ProAsing20. Ketua Umum Partai Politik memonopoli angkutan minyak (mafia migas baru).21. Rupiah terjun bebas dari Rp 10.000 di akhir Juli 2014 ketika Jokowi-JK ditetapkan sebagai pemenang Pilpres dan sekarang Rp 13.000 lebih per USD. Rupiah melemah, yang disalahkan TKI.22. Penerimaan CPNS stop 5 tahun.23. Geger kolom agama KTP boleh kosong,24. Istilah dalam Bank Syariah harus diganti25. Pencekalan nama Muhammad dan Ali di bandara Soekarno-Hatta26. Pemblokiran wabsite-website Islam, sedangkan website PKI dibiarkan.27. Mobil nasional Proton Malaysia.28. Janji memberi traktor pada petani, tapi ditarik lagi.29. Hukuman mati bandar narkobadiulur-ulur karena intervensi asing.30. Rencana koruptor diberi remisi.31. Begal merajalela.Kini terbukti apa yang dulu diucapkan oleh Jusuf Kalla, "KalauJokowi jadi Presiden, bisa hancur negara ini".

Senin, 10 Oktober 2016

Adzan - Panggilan Shalat

Adzan Subuh antv

Adzan Subuh

KUMPULAN LAGU CITA CITATA HOUSE MUSIC DJ REMIX NONSTOP BEST OF THE BEST

HCS, MSD

HCS, MSD Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hidup cuma sekali, mesti sukses dong! Begitu salah seorang kawan menegaskan prinsip hidup dan perjuangannya. Dan saya terkesan. Pernyataannya mempesona. Saya bahkan terbius dengan kata-kata pendek itu. Ini suatu perumusan yang jenius. Sebuah cara mengetuk pintu otak yang ciamik, rancak bana, anggun sekaligus berwibawa. Ketukannya masuk ke belahan kiri, meluncur ke belahan kanan otak, lalu menukik menuju hati.

Bagaimana tidak? Ia mulai dengan menunjukkan kesadarannya. Ia sadar bahwa hidup cuma sekali. Ya, hidup cuma sekali. Walau kita berkali-kali mandi, berkali-kali makan dan minum, berkali-kali tidur dan bangun, berkali-kali jatuh cinta atau patah hati, berkali-kali ganti baju-kaos-sepatu-sandal-telepon-motor-mobil-rumah, berkali-kali ujian, berkali-kali baca buku, berkali-kali menulis karangan, berkali-kali jalan-jalan kemana-mana, berkali-kali kena tipu atau justru menipu, berkali-kali dipukul atau memukul, berkali-kali sehat atau sakit, berkali-kali tertawa atau menangis, dan berkali-kali dalam bermacam-macam hal, tapi hidup cuma SATU kali saja.

Buat saya, pesona ”HCS,MSD”—singkatan dari Hidup Cuma Sekali, Mesti Sukses Dong tadi—bukan hanya karena soal SEKALI itu. Soal yang lebih penting adalah bahwa yang sekali itu adalah HIDUP. Kata pertama itu tak tergantikan. Coba ganti dengan ”mati”, sehingga menjadi
... baca selengkapnya di HCS, MSD Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Para Sahabat Oggy Gee: Wati Siswoyo

Para Sahabat Oggy Gee: Wati Siswoyo: Wati Siswoyo

Uang yang berlaku di suatu negara seringkali berubah, baik gambarnya


Uang yang berlaku di suatu negara seringkali berubah, baik gambarnya, jenis bahan dan tinta yang digunakan, maupun nama mata uang itu sendiri. Setelah uang "versi baru" diluncurkan, maka uang lama biasanya ditarik dari peredaran secara bertahap, dan setelah beberapa tahun berlalu maka tidak lagi bisa dipergunakan sebagai alat tukar yang berlaku. Apa yang bisa kita lakukan bila kebetulan mendapatkan uang asing ataupun Rupiah yang sudah tidak berlaku seperti ini?Money changer atau bank di Indonesia umumnya hanya menerima uang dalam kondisi prima dan merupakan rilisan terbaru. Dengan demikian, uang asing yang di negara asalnya pun sudah ditarik dari peredaran tentunya akan sulit sekali ditukarkan ke Rupiah. Namun, itu tidak lantas berarti uang yang sudah tidak berlaku tersebut cuma jadi sampah. Tergantung dari sebab mengapa uang tersebut tidak lagi berlaku dan negara asalnya, uang-uang lama itu bisa jadi masih bisa ditukar. Walaupun, tentu saja tempat penukarannya tidak bisa sembarangan. 1. Gunakan Di Negara Asal Amerika Serikat memiliki aturan khusus mengenai uang-nya. Semua uang kertas Dolar AS yang pernah beredar di pasaran secara hukum bisa digunakan untuk selamanya di negara tersebut, walaupun uang cetakan baru sudah muncul. Namun demikian, money changer dan tempat penukaran uang lainnya di Indonesia seringkali tidak mau menerima Dolar AS bertahun emisi lama. Jadi, bagaimana? Solusinya, Anda bawa saja Dolar AS itu ke negara asalnya, gunakan untuk berbelanja atau ditukar ke mata uang lain via bank. Tetapi perlu dicatat bahwa tidak semua negara memiliki kebijakan selonggar ini. Di kebanyakan negara, termasuk Indonesia, bank-bank dan toko menolak menerima uang lama yang sudah bertahun-tahun lalu ditarik dari peredaran. Ini karena ada peraturan mengenai jangka waktu penukaran uang lama dengan uang baru. Setelah melewati jangka waktu yang ditentukan, maka uang lama tidak lagi berlaku. Kalau kebetulan Anda memiliki uang lama semacam ini, maka Anda bisa mencoba alternatif lain dibawah ini. Tukar Di Bank Sentral Negara Asal Uang bisa jadi tidak berlaku karena pencetakan uang baru. Pencetakan uang baru disini maksudnya adalah pencetakan uang dengan gambar, jenis bahan, tinta, atau pita pengaman baru. Pembaruan semacam ini biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah pemalsuan uang, atau agar uang menjadi lebih awet. Sebagai contoh, bahan terbaru yang sekarang populer digunakan sebagai pengganti kertas adalah polymer seperti biaxially oriented polypropylene (BOPP). Polymer bisa disisipi pengaman dan lebih awet daripada uang kertas biasa (uang berbahan polymer bahkan kabarnya bisa tahan mesin cuci!). Brunei, New Zealand, Australia, dan belasan negara lain telah mengganti semua uangnya dengan bahan Polymer ini, dan Inggris juga telah mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengganti uangnya dengan bahan Polymer tahun 2016 mendatang.Pencetakan uang baru seperti ini lazimnya dibarengi penarikan uang lama secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. Dalam jangka waktu tersebut, masyarakat masih bisa menggunakan uang lama; bank-bank dan toko pun masih mau menerimanya. Tetapi setelah jangka waktu berlalu, maka uang lama tersebut tidak bisa lagi digunakan secara bebas. Dalam kasus semacam ini, Anda bisa mencoba menukarkan uang yang sudah tidak berlaku itu dengan uang baru di bank sentral negara asalnya, setelah itu baru ditukar ke Rupiah atau mata uang lainnya. Bank sentral merupakan "bank-nya bank" dan otoritas bidang keuangan suatu negara, sehingga kedudukannya berbeda dengan bank biasa. Bank sentral juga lah yang biasanya memegang kekuasaan atas pencetakan dan peredaran uang. Oleh karena itu, peraturan di beberapa negara mengizinkan penukaran uang yang sudah tidak berlaku di bank sentral, walaupun jatuh tempo penukaran sebenarnya sudah berlalu. Salah satu negara yang menjalankan kebijakan ini adalah Inggris. Jika Anda memiliki uang Poundsterling yang sudah tidak berlaku lagi, maka Anda bisa menukarkannya langsung di bank sentral Inggris (Bank of England) di London, atau mengirimkannya via pos disertai formulir permohonan yang bisa diunduh di situs Bank of England. Sedangkan di Indonesia, Bank Indonesia menetapkan batas waktu penukaran paling lambat bagi Rupiah terbitan lama yang sudah dicabut dari peredaran, dimana uang lama tidak akan bisa ditukar lagi dengan uang baru setelah melampaui batas waktu tersebut. Sebuah negara juga bisa mengubah mata uang yang berlaku di negaranya. Contoh yang paling masif adalah perubahan mata uang belasan negara di kawasan Eropa ke Euro secara bertahap antara 1999-2002. Perubahan saat itu membuat mata uang Deutsche Mark, Italian Lira, France Franc, dan lain-lain menjadi tidak berlaku lagi karena digantikan oleh mata uang Euro. Pemilik mata uang-mata uang tersebut harus menukarkan uangnya dengan Euro pada kurs yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam batas waktu tertentu. Apabila telah melewati batas waktu, maka uang-uang lama tersebut tidak lagi bisa digunakan maupun ditukar secara bebas, bahkan di negara asalnya sekalipun. Jalan keluarnya, bila Anda kini masih memiliki uang Deutsche Mark, misalnya, Anda bisa membawa uang tersebut ke bank sentral Jerman (Bundesbank) untuk ditukar secara langsung ataupun via pos. Tukar Di Bank Sentral Negara Baru Selain tidak berlaku-nya uang lama karena ada uang hasilpencetakan baru, "mata uang" pun bisa berganti dengan versi baru. Indonesia saja dulu pernah berkali-kali berganti mata uang sebelum akhirnya menggunakan Rupiah. Hal yang sama juga terjadi saat tahun 1949 Taiwan mengganti mata uang menjadi New Taiwan Dollar dari Old Taiwan Dollar. Perubahan mata uang suatu negara juga kadang didahului oleh perubahan negara. Contohnya adalah keruntuhan Uni Soviet yang membuat negara-negara mantan anggotanya berganti mata uang dari Soviet Ruble menjadi mata uang lain seperti Russian Ruble, Azerbaijani Manat, dan lain sebagainya. Hal serupa juga terjadi di negara Yugoslavia yang kemudian berubah menjadi Negara Kesatuan Serbia dan Montenegro, dimana Dinar Yugoslavia berubah menjadi Dinar Serbia.Dalam kejadian-kejadian seperti itu, negara-negara yang bersangkutan biasanya membatasi penukaran uang baru dalam jangka waktu terbatas di tingkat kurs tetap terhadap mata uang lama-nya. Azerbaijani Manat, misalnya, di tahun 1992 di-konversi dengan kurs 10 Soviet Ruble = 1 Manat. Old Taiwan Dollar juga dikonversi dengan rasio 1 New Taiwan Dollar = 40,000 Old Taiwan Dollar. Dalam kondisi seperti ini, penukaran mata uang lama dengan mata uang baru bisa mengalami penurunan nominal yang cukup besar. Namun ada juga negara yang walaupun mata uangnya berubah, tetapi ditukar dengan kurs 1:1, contohnya Rusia pasca Uni Soviet, dimana 1 Soviet Ruble bisa ditukar dengan 1 Russian Ruble. Karena nama dan struktur negara sudah berbeda, maka menukarkan mata uang yang sudah tidak berlaku karena kejadian seperti ini bisa jadi repot sekali atau bahkan tidak mungkin dilakukan. Apabila Anda kebetulan memilikinya, maka Anda harus menukarkan mata uang lama dengan mata uang baru dulu sebelum menukarnya dengan Rupiah. Tetapi ini pun tidak pasti bisa dilakukan. Bank sentral negara yang baru bisa jadi masih bersedia menukar uang lama dengan uang baru, tetapi bisa juga tidak diijinkan. Umpamanya, Bank Sentral Serbia masih menerima penukaran Dinar Yugoslavia menjadi Dinar Serbia, tetapi Bank Sentral Rusia tidak lagi menerima penukaran Soviet Ruble menjadi Russian Ruble. Nah, kalau bank sentral-nya pun sudah tidak mau terima, maka satu-satunya jalan bagi kita untuk "mencairkan" uang kadaluwarsa begini adalah melalui kolektor.Biarpun sudah tidak bisa dipergunakan sebagai alat pembayaran, uang bisa jadi masih bernilai. Ini karena semakin kuno, langka, dan khas suatu uang, maka kualitasnya sebagai barang koleksi semakin meningkat. Bahkan, harga selembar uang yang sudah tidak berlaku bisa jauh lebih tinggi ketimbang daya beli yang sesungguhnya. Tabel dibawah ini menampilkan daftar harga koin Sen yang sudah tidak berlaku di Amerika Serikat pada salah satu situs jual beli uang online. Bisa dilihat bahwa koin sen tahun emisi 1793 bahkan bisa terjual dengan harga hingga 30,000 Dolar AS.Namun, tak semua uang yang sudah tidak berlaku akan berharga bagi kolektor. Kolektor hanya tertarik pada uang dengan karakteristik tertentu saja, bukan dengan uang yang banyak ditemukan dimana-mana. Oleh karena itu, sebelum menjual uang kadaluwarsa, ada baiknya menyelidiki dulu mengenai uang yang dimiliki; apakah itu punya nilai koleksi? berapa harganya?. Informasi seperti ini bisa diperoleh dari para pedagang uang kuno dan koin langka.Ketika Anda menemukan uang lama di gudang atau di pojok lemari kakek buyut Anda, jangan buru-buru senang. Mata uang asing terbitan berpuluh tahun lalu juga sering menjadi bahan penipuan karena pemalsuan uang zaman dulu jauh lebih mudah dan banyak menyasar masyarakat di negara berkembang yang kurang berpendidikan.Salah satu kasus yang sering terjadi adalah terkait dengan uang 100,000 Dolar AS tahun 1934 bergambar Woodrow Wilson. Banyak orang menemukan uang ini di harta keluarga, dan berusaha menukarnya, namun tidak bisa. Ini bukan karena uang itu sudah tidak berlaku, melainkan karena uang 100,000 Dolar AS tahun 1934 memang tidak diedarkan di masyarakat, dan apabila ada di pasaran maka kemungkinan besar palsu. Perlu diketahui, Pemerintah AS menerbitkan uang 100,000 hanya sekali pada tahun 1934 sebagai gold certificate khusus bagi bank-bank. Kepemilikan uang ini terlarang bagi masyarakat umum, dan apabila terjadi maka ada ancaman 25 tahun penjara oleh pemerintah federal AS. Saat ini, semua uang 100,000 Dolar AS tersebut telah dimusnahkan, kecuali yang dipamerkan di Museum Smithsonian dan diarsipkan oleh bank sentral AS, serta satu set yang rumornya dicuri. Dengan demikian, seandainya uang 100,000 Dolar AS di tangan Anda ternyata asli pun, itu adalah barang ilegal yang harus dikembalikan ke Pemerintah AS karena Anda tak memiliki hak atasnya dan malah bisa dianggap curian.

▼

keuangan uang ori suatu negara dunia


. Rupiah adalah mata uang resmi Indonesia. Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Secara tidak formal, orang Indonesia juga menyebut mata uang ini dengan nama "perak". Satu rupiah dibagi menjadi 100 sen, walaupun inflasi telah membuatnya tidak digunakan lagi kecuali hanya pada pencatatan di pembukuan bank. Nama rupiah sering dikaitkan dengan rupee mata uang India, namun sebenarnya menurut Adi Pratomo, salah satu sejarawan uang Indonesia, rupiah diambil dari kata rupia dalam bahasa Mongolia, namun sebagian berpendapat bahwa rupiah berasal dari bahasa Sanskerta. Rupia sendiri berarti perak. Memang sama dengan arti rupee, namun rupiah sendiri merupakan pelafalan asli Indonesia karena adanya penambahan huruf ’h’ di akhir kata rupia, sangat khas sebagai pelafalan orang-orang Jawa. Hal ini sedikit berbeda dengan banyak anggapan bahwa rupiah adalah salah satu unit turunan dari mata uang India. Rupee India sebenarnya juga dapat dikatakan sebagai turunan dari kata rupia itu sendiri, dengan begitu rupiah Indonesia memiliki tingkatan yang sama bukan sebagai unit turunan dari mata uang India tersebut. Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai digunakan semenjak 1945-1949. Namun, penggunaan ORI secara sah baru dimulai semenjak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946. Pada masa awal, ORI dicetak oleh Percetakan Canisius dengan bentuk dan desain yang sangat sederhana dan menggunakan pengaman serat halus. Bahkan dapat dikatakan ORI pada masa tersebut merupakan mata uang yang sangat sederhana, seadanya, dan cenderung berkualitas kurang, apalagi jika dibandingkan dengan mata uang lainnya yang beredar di Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan tersebut, ORI beredar luas di masyarakat meskipun uang ini hanya dicetak di Yogyakarta. ORI sedikitnya sudah dicetak sebanyak lima kali dalam jangka waktu empat tahun antara lain, cetakan I pada 17 Oktober 1945, seri II pada 1 Januari 1947, seri III dikeluarkan pada 26 Juli 1947. Pada masa itu, ORI merupakan mata uang yang memiliki nilai yang sangat rendah jika dibandingkan dengan uang-uang yang dikeluarkan oleh de Javasche Bank. Padahal uang ORI adalah uang langka yang semestinya bernilai tinggi. Pada 8 April 1947, gubernur provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera (URIPS). Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri, tetapi penggunaannya dihapuskan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat. Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto. Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi diperdagangkan dengan penalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi. untuk tahun tahun 1965-2009[2] untuk tahun 1945-1949 rupiah masih dalam taraf mencari pengakuan dari luar negeri untuk tahun 1950-an, rupiah dipatok tinggi tetapi sebenarnya di pasar gelap rupiah diperdagangkan jauh lebih rendah untuk tahun 1950 nilai Rp7,6 per USD adalah untuk ekspor dan Rp11,4 per USD adalah untuk impor untuk tahun 1964 dasarnya adalah UU No. 32/1964[3] tahun 1965 diperkenalkan rupiah baru dengan mencoret 3 angka nol untuk tahun 1970, 1971, 1978 adalah devaluasi yang dilakukan dalam keadaan mata uang ditentukan nilainya terhadap dolar oleh pemerintah[3] diberlakukan sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali mulai tahun 1978 sampai Juli 1997[3] IMF yang dikutip Nation Master pada 1980, 1985, 1990, 1995, 2000, 2005[4] untuk tahun 1999, 2001, 2002, 2003, 2004 [5] untuk perkiraan tahun 2006[6] untuk perkiraan tahun 2007[7] untuk tahun 2008[8] untuk tahun 2009-sekarang[9] Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia merencanakan kebijakan pengurangan nilai pecahan mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya dengan cara menghilangkan 3 angka 0 terakhir (x000 menjadi x). Rencana kebijakan ini dilontarkan oleh Bank Indonesia pada awal Mei 2010 dan dikonfirmasikan oleh Gubernur BI terpilih, Darmin Nasution pada 31 Juli 2010. Kebijakan redenominasi ini diambil setelah hasil riset Bank Dunia menyebutkan bahwa uang pecahan Rupiah Indonesia Rp100.000 adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Dong Vietnam (VND) 500.000.[10] Proses redenominasi akan mundur dari rencana yang semula akan direalisasikan pada 14 Agustus 2014.[11]Rencana semula Bank Indonesia meredenominasikan rupiah terganjal kondisi perekonomian global yang belum stabil dan pembahasan Undang-undang Redenominasi yang terhenti akibat agenda pemilu 2014. Target semula realisasi redenominasi pada 14 Agustus 2014 akan berubah dengan wajah uang baru, yaitu Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (Uang NKRI). Sesuai amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Rupiah ditempatkan sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan seluruh warga negara Indonesia.[12] Dengan demikian, Bank Indonesia tidak lagi menjadi institusi tunggal yang berwenang mencetak uang Rupiah. Nantinya Bank Indonesia harus selalu berkoordinasi dengan pemerintah, yakni kementerian keuangan dalam hal rencana mencetak uang, penerbitan uang, hingga penarikan dan pemusnahan uang yang lama. Setelah tidak lagi menjadi institusi tunggal pencetak uang Rupiah, frasa Bank Indonesia yang terdapat di setiap pecahan Rupiah saat ini akan diganti menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, perubahan lainnya pada uang NKRI nantinya adalah akan adanya tanda tangan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia dan sistem pengamanan baru anti pemalsuan pada uang kertas. Rupee India (रुपया) Rufiyaa Maldives (ދިވެހި ރުފިޔ) Rupee Mauritia (roupie) Rupee Nepal (रूपैयाँ) Rupee Pakistan (روپي) Rupee Seychelles (roupi, roupie) Rupee Sri Lanka (ரூபாய்) Sudah tidak ada Rupee Afghanistan Rupee Bhutan Rupee Burma Rupee Hindia Denmark Rupee Afrika Timur (Britania) Rupee Hindia Perancis (roupie) Rupee Afrika Timur (Jerman) rupie Rupee Teluk Rupee Hyderabad Rupia Somaliland Italia Ripis Jawa Roepiah Hindia Belanda Rúpia Hindia Portugis Rupiah Riau Rupee Travancore Rupiah Papua Barat Rupee Zanzibar Pada hari ini, 30 Oktober 2011, Oeang Repoeblik Indonesia genap berusia 65 tahun. Sebuah hari, yang kemudian diperingati sebagai hari keuangan. Diantara ratusan juta penduduk Indonesia, pasti tidak banyak yang mengenal dengan baik hari keuangan, tidak sebaik saat mengenal hari kemerdekaan, hari pahlawan, hari kebangkitan nasional atau hari-hari bersejarah lainnya. Karena memang tidak ada upacara bendera yang wajib dilakukan di kementerianlain. Hanya Kementerian Keuangan yang memperingati hari lahirnya uang rupiah ini dengan sebuah upacara bendera sederhana. Sehingga khalayak ramai pun jarang memperbincangkan hari keuangan. Padahal hari keuangan ini tak lepas dari sejarah bangsa Indonesia itu sendiri. Sejarah Hari Keuangan Pada tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan. Segera sesudah peristiwa tersebut, pemerintah Republik Indonesia memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri. Uang tersebut, bagi pemerintah tidak sekedar sebagai alat pembayaran semata-mata, tetapi juga berfungsi sebagai lambang utama suatu negara merdeka, serta sebagai alat untuk memperkenalkan diri kepada khalayak umum. Pada awal pemerintahan Republik Indonesia keadaan ekonomi moneter Indonesia sangat kacau. Inflasi hebat bersumber pada kenyataan beredarnya mata uang pendudukan Jepang yang diperkirakan berjumlah 4 milyar. Untuk menggantikan peranan uang asing tersebut, dibutuhkan mata uang sendiri sebagai alat pembayaran dan digunakan oleh rakyat Indonesia dari masa ke masa sebagai alat pertukaran, pembayaran dan sebagai alat pemuas kebutuhan yang sah. Maka pada tanggal 30 Oktober 1946, pemerintah Indonesia merdeka menyatakan hari tersebut adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia sebagai tanggal beredarnya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi. ORI telah diterima dengan bangga di seluruh wilayah Republik Indonesia dan telah ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah di segenap kubu patriot pembela tanah air. Pada waktu suasana di Jakarta genting maka pemerintah pada waktu itu memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di Yogyakarta, Surakarta dan Malang. Apabila dilihat dari sejarah pengaturan mata uang di Indonesia setelah masa kemerdekaan, sejauh ini pernah terdapat 4 (empat) Undang-Undang yang khusus mengatur mengenai mata uang yaitu: Undang-Undang Darurat Nomor 20 Tahun 1951 tentang Penghentian Berlakunya ”Indische Mutwet 1912” dan Penetapan Peraturan Baru Tentang Mata Uang; Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1953 tentang Penetapan ”Undang-Undang Darurat Tentang Penghetian Berlakunya ”Indische Mutwet 1912” dan Penetapan Baru Tentang Mata Uang” (Undang-Undang Darurat Nomor 20 Tahun 1951) sebagai Undang-Undang; Undang-Undang Darurat Nomor 4 Tahun 1985 tentang Pengubahan ”Undang-Undang Mata Uang Tahun 1953”; Undang-Undang Nomor 71 Tahun 1985 tentang Pengubahan ”Undang-Undang Mata Uang Tahun 1953” sebagai Undang-Undang. Rupiah, Nasibmu Kini Peraturan tentang mata uang rupiah kini terdapat dalam UU No 23 tahun 1999 yang kemudian diubah dengan UU No 3 tahun 2004 tentang Bank Indonesia. Dalam pasal itu, diantaranya dikatakan rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah negara Republik Indonesai, sehingga setiap orang atau badan yang berada di wilayah negara RI dilarang menolak untuk menerima uang rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran atau memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi dengan uang. Ditengah keberadaan mata uang yang lain di dunia, bisa jadi rupiah menjadi salah satu mata uang yang kurang diperhitungkan dalam perdagangan dunia. Sebagai mata uang utama, dolar Amerika mampu menjadi mata uang yang digunakan dalam setiap transaksi perdagangan.Dalam kisah perdagangan dunia sejak dulu sampai sekarang, rupiah belum pernah menjadi alat transaksi yang digunakan dalam perdagangan dunia. Keberadaan rupiah sebagai sebuah mata uang berhadapan dengan mata uang negara lain mengaami fluktuasi yang cukup tajam. Berikut data nilai kurs rupiah terhadap dolar selama lebih dari 26 tahun terakhir mulai tahun 1986. Tahun 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 Kurs 1641 1650 1729 1795.48 1901 1992 2062 2110 2200 Tahun 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 Kurs 2308 2383 4650 8025 7100 9595 10400 8940 8465 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Kurs 9290 9705 9164 9140 9691 10408 9087 8700 Dari data tersebut, bisa kita lihat grafiknya sebagai berikut: Dari grafik diatas, kita bisa melihat bahwa rupiah terus menerus mengalami pelemahan kurs terhadap dolar Amerika. Pada tahun 1986, satu dolar sama dengan Rp. 1641 sampai dengan 23 tahun berikutnya satu dolar sama dengan Rp. 10.600. Selama dua puluh tahun rupiah mengalami pelemahan hampir 7 kali lipat. Penulis masih ingat ketika masa SD tahun 1980-an , uang saku yang Rp 25 sudah bisa membeli lima macam makanan, dan masih ada pecahan uang 5 rupiah waktu itu. Karena setiap makanan bisa didapat dengan Rp. 5. Dan sekarang pecahan terkecil yang masih berharga adalah Rp. 1000. (orang sudah malu kalau memegang uang pecahan seratusan atau lima ratusan). Bahkan sebelum hari raya lalu Bank Indonesia mengeluarkan pecahan uang kertas baru seharga Rp. 2.000. Banyak analis mengatakan hal ini adalah upaya pemiskinan, serta dapat menurunkan daya beli masyarakat. Karena dapat menimbulkan inflasi. Dalam sejarah kehidupannya, ORI telah mengalami perjalanan panjang yang cukup melelahkan. Rupiah pernah menjadi panglima yang dengan baik mengatur perekonomian Indonesia. Dan sebaliknya pernah berada pada titik nadir yang tidak mampu menyelamatkan kehidupannya sendiri. Pada tahun 1998 ketika terjadi krisis finansial global, rupiah tersandung dan terjatuh. Bahkan sempat dolar melambung hingga 15.000 rupiah per satu dolarnya. Sehingga waktu itu orang beramai ramai memborong dolar dan membuang rupiah yang dimilikinya. Tentu saja hal ini berakibat fatal. Banyak pengusaha mengalami ketidakpastian dalam berusaha. Banyak perusahaan yang tutup dan harus merumahkan para karyawannya. Efek lebih lanjut adalah munculnya masalah masalah derivative akibat pengangguran. Banyaknya kejahatan muncul dengan motif dan cara yang baru. Pencurian, perampokan, penipuan hanyalah segelintir fenomena jatuhnya moral bangsa. Rupiah terus melemah, demikian seterusnya sampai kemudian pada pertengahan tahun dua ribuan berikutnya rupiah kembali bangkit. Rupiah kembali menemukan jati dirinya, walaupun harus dengan terseok seok. Namun seiring dengan pemulihan ekonomi global yang terus berlangsung, maka hal ini mendorong penguatan nilai rupiah. Sehingga di tahun 2010 nilai tukar rupiah terhadap dolar berada pada angka Rp. 9.087 per dolar Amerika dan tahun 2011 berada pada angka Rp. 8.700 Menjadi tujuan Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Kestabilan nilai rupiah yang dimaksud disini adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa, serta terhadap mata uang negara lain. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa diukur dengan perkembagan laju inflasi. Sedangkan kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain diukur dengan perkembangn nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Kestabilan nilai rupiah sangat penting untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu tugas Bank Indonesia berdasarkan Undang-Undang No 23 tahun 1999 pasal 7 adalah untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sisem pembayaran dan mengatur dan mengawasi bank. Tujuan tersebut perlu ditopang dengan tiga pilar utama yaitu kebijakan moneter dengan prinsip kehati hatian, sistem pembayaran yang cepat dan tepat, serta sistem perbankan dan keuangan yang sehat. Pencapaian kestabilan nilai rupiah dan nilai tukar yang wajar merupakan sebagian prasyarat bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal ini juga sekaligus meletakkan landasan yang kukuh bagi pelaksanaan dan pengembangan perekonomian Indonesia di tengah tengah perekonomian dunia yang semakin kompetitif dan terintegrasi. Sebaliknya, jika upaya untuk menjaga kestabilan nilau rupiah ini gagal, hal ini dapat merugikan karena berakibat menurunnya pendapatan riil masyarakat dan melemahkan daya saing perekonomian nasional dalam kancah perekonomian dunia. Bangga dengan Rupiah Jika anda ditanya, mana yang lebih senang, punya tabungan dalam bentuk rupiah atau dolar, mungkin anda akan menjawab lebih senang mempunyai tabungan dalam bentuk dolar. Ternyata orang Indonesia sendiri yang nota bene bermatauangkan rupiah, lebih senang dan bangga dengan mata uang asing. Bisa jadi, banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Mulai dari faktor teknis, misalnya dolar yang lebih stabil, sampai kepada faktor selera, misalnya kebanggaan kalau bisa memegang dolar. Atau bisa jadi ada keengganan untuk memegang rupiah, bahkan malu kalau memegang rupiah. Hal ini bisa dianalogkan dengan orang indonesia yang lebih suka makan dengan KFC dibandingkan dengan makan pecel. Padahal pecel makanan yang enak, tapi karena KFC lebih kebarat-baratan, maka makanan sampah pun terasa lebih enak. Akhirnya, di usianya yang ke 65 ini, ternyata ORI belum menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Masih perlu kerja keras dan kerja cerdas dari semua pihak, terutama otoritas moneter untuk membumikan kembali rupiah di buminya sendiri. Dan itu bukan pekerjaan mudah. Bank Indonesia dan pemerintah harus bekerja sama untuk mencapai kestabilan nilai rupiah di tengah kekuatan mata uang asing yang ada. Pemerintahan SBY dan pengawal di bidang ekonominya dituntut untuk bekerja ekstra dalam rangka mewujudkannya. Sejarah Dominasi Dollar di AS dan Dunia Awalnya, semua negara di dunia menggunakan emas dan perak ketika bertransaksi satu sama lain. Bahkan AS pun dalam UUD-nya mencantumkan bahwa negara menggunakan koin emas dan perak sebagai alat pembayaran. Pada tahun 1800-an hingga 1900-an, orang-orang AS menggunakan uang koin emas dan perak. Lalu pada 1862, Presiden Lincoln perlu uang untuk membiayai perang saudara (pertanyaan klasik yang hingga kini bisa terus dipertanyakan: siapakah pemicu perang? siapakah yang meraup uang dari perang?). Parlemen AS mengizinkan Lincoln untuk meminjam uang dari bank negara (saat itu masih benar-benar bank milik pemerintah AS) sebesar 150 juta dollar (dalam bentuk koin emas/perak). Seharusnya, pemerintahan Lincoln mengembalikan uang itu dengan uang lagi, namun karena tidak mampu, diperkenalkanlah uang kertas yang berisi ‘janji’ untuk membayar kelak di lain waktu. Ketika itulah pemerintah AS memperkenalkan uang kertas dalam bentuk ‘sertifikat emas/perak’. Para pemilik uang menyimpan uangnya di bank pemerintah, pemerintah akan memberikan sertifikat bukti simpanan itu. Sertifikat itu kemudian bisa dijadikan alat tukar. Si A bisa membeli barang kepada si B dengan menggunakan sertifikat ini, lalu ketika si B butuh uang, dia bisa menyerahkan sertifikat ke bank dan menukarnya dengan koin emas/perak sesuai yang tertera di sertifikat. Uang kertas ini secara bertahap diperkenalkan ke masyarakat dan dicetak terus-menerus untuk membiayai pengeluaran negara. Awalnya, saat itu ada cadangan emas di bank yang menjadi penjamin uang kertas itu, namun kelak, lama kelamaan, emas cadangan pun habis, sehingga pada akhirnya, uang kertas hanya uang kertas, bukan lagi ‘bukti’ penyimpanan cadangan emas di bank. [Pertanyaan: mengapa uang kertas yang dijadikan jalan keluar? Jawabnya: 1) karena dgn uang kertas, segelintir orang bisa melakukan apa saja; misalnya, pemerintah bisa hidup mewah, yang tak mungkin bisa dilakukan bila hanya uang emas yang beredar; uang emas sangat terbatas dan hanya orang yang benar-benar bekerja dan punya sumber daya yang bisa memilikinya. Pemerintah korup tentu tak bisa bermewah-mewah dalam sistem uang emas, kecuali bila dengan terang-terangan menindas rakyat. Padahal, di era modern, penindasan dan perbudakan terang-terangan seperti zaman feodal dulu sudah tidak mungkin lagi dilakukan. 2) karena ada segelintir orang kaya yang bisa meraup kekayaan yang sangat-sangat-super banyak melalui sistem ini; selanjutnya akan dijelaskan pada bagian II “Sejarah The Fed”] Tentu saja, prosesnya tidak mudah dan memakan waktu sangat panjang. Rakyat AS zaman itu sudah pasti tidak mau begitu saja dibodoh-bodohi: menyerahkan emas perak mereka untuk ditukar dengan kertas cetakan. Akhirnya pada 1933, dengan alasan untuk menyelamatkan perekonomian negara, Presiden Roosevelt menggunakan cara kekerasan: penyitaan emas-perak. Siapa saja yang menyimpan emas-perang dianggap kriminal dan terancam penjara dan denda. Transaksi harus menggunakan uang kertas. Semua kontrak bisnis yang menggunakan uang emas harus dikonversi ke uang kertas. Semua pemilik uang emas-perak harus datang ke bank untuk ditukar dengan sejumlah uang kertas. [Proses penyitaan emas ini juga dibarengi dengan indoktrinasi di sekolah-sekolah/universitas, karena pada era itu, sekolah di AS sudah dibawah kendali pemerintah. Rakyat AS didoktrin bahwa uang kertas sama baiknya dengan uang emas dan bahwa penyitaan emas adalah demi kebaikan rakyat.] Setelah SEMUA uang emas ditarik, dan rakyat menggenggam uang kertas, bank pun melakukan devaluasi mata uang. Pemerintah AS lalu menjual sebagian emas yang disita dari rakyatnya itu kepada pasar internasional (tentu dengan melalui bank), dengan harga yang lebih mahal daripada harga beli dari rakyat. Pemerintah AS menerima uang kertas sebagai ganti emas yang ‘dirampok’ dari rakyat itu, lalu digunakan untuk membiayai roda pemerintahan (atau tepatnya, untuk membiayai kehidupan mewah para pejabat negara). Jelas ini adalah perampokan uang rakyat besar-besaran. Makanya dikatakan: sejak saat itu, rakyat AS dijajah oleh bank. Mereka harus bekerja keras, dibayar dengan uang kertas. Sumber daya alam –yang sejatinya milik rakyat- dieksplorasi (misalnya, emas dan minyak digali) lalu ditukar dengan uang kertas. Pertanyaannya: siapa bank yang sedemikian berkuasa itu? Apakah benar-benar bank milik pemerintah AS? Jawabnya: baca di bagian II : Sejarah The Fed] Selanjutnya, pada tahun 1944, AS menggagas sistem keuangan internasional yang disebut Perjanjian Bretton Woods. Perjanjian ini dihadiri 44 negara Barat ini sepakat bahwa negara-negara tidak lagi menggunakan emas sebagai alat transaksi internasional, melainkan dengan dollar yang di-back up oleh emas. Artinya, AS menjamin bahwa setiap uang kertas dollar yang dicetaknya, ada cadangan emas di bank dalam jumlah tertentu. Lalu, mengapa negara-negara adikuasa macam Inggris, Perancis, dll, mau menerima perjanjian ini? Pertama, karena saat itu mereka sedang dalam posisi lemah akibat Perang Dunia I-II. Kedua, karena bank AS saat itu memiliki cadangan emas terbanyak. Dengan demikian, negara-negara lain diminta percaya pada uang dollar karena bank AS menyimpan 2/3 emas dunia. Kenyataannya, akhirnya AS tak mampu lagi (atau, saya curiganya, sudah didesain demikian oleh para penggagas uang kertas) mem-back up semua dollar hasil cetakan pabrik dengan uang (seperti dikatakan tadi, emas itu terbatas, uang kertas bisa dicetak semau pemilik percetakan). Akibatnya, pertukaran dolar dengan emas tidak lagi setara dengan harga pertukaran emas resmi yang disepakati di Bretton Woods. Pada tahun 1971, AS sepihak mengumumkan tidak lagi terikat pada Bretton Woods dan tidak lagi melakukan back-up emas terhadap dollar yang dicetaknya. Namun terlambat bagi dunia, dollar sudah merasuk ke seluruh penjuru dunia dan menjadi alat tukar utama transaksi internasional. Dunia sudah dicengkeram oleh penjajahan bank AS yang bisa seenaknya mencetak dollar. Pertanyaannya, siapakah sebenarnya bank yang mencetak dollar itu? II. Sejarah The Fed Satu-satunya lembaga yang ‘berhak’ mencetak dollar adalah bank bernama The Fed (Federal Reserve Bank). Ironisnya, ternyata bank ini bukan bagian/milik pemerintah AS. Bank itu murni bank swasta, bahkan dimiliki bukan oleh orang AS, melainkan klan konglomerat Yahudi-Zionis, bernama Rothschild dan rekan-rekannya (antara lain: Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam, Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Kuhn & Loeb Bank of New York.) Awalnya pada 1837-1862 AS punya bank pemerintah yang mencetak uang (sertifikat emas/perak, seperti sudah diceritakan sebelumnya). Secara bertahap, uang kertas diperkenalkan kepada masyarakat dan menjadi alat tukar pengganti koin emas/perak. Lalu, pada tahun 1913, Rothschild dkk membentuk The Fed. The Fed memiliki cadangan emas yang sangat banyak, sehingga mampu meminjamkan uang yang sangat besar kepada pemerintah AS. Kandidat-kandidat presiden AS dibiayai kampanye mereka oleh The Fed, dan setelah berkuasa, para presiden itu mengeluarkan keputusan/UU yang menguntungkan The Fed. Dimulai dari Presiden Woodrow Wilson, pada tahun 1914 menandatangani keputusan memberikan hak cetak mata uang AS kepada The Fed. Pemerintah mendapatkan uang kertas produksi The Fed dalam bentuk hutang yang harus dibayar kembali beserta bunganya. Rakyat AS dipaksa membayar pajak untuk membayar bunga tersebut. Kelak Wilson menyesali keputusannya ini dan berkata, “Saya adalah orang yang paling tidak bahagia. Saya telah menghancurkan negara saya. Sebuah bangsa industri yang besar ini dikontrol oleh sistem kredit. Sistem kredit kita terkonsentrasi. Pertumbuhan bangsa ini dan seluruh aktivitas kita berada di tangan segelintir orang. Kita telah menjadi pemerintah yang paling diatur, dikontrol, dan didominasi di dunia modern. [Kita] tidak lagi pemerintah yang memiliki pandangan yang bebas, pemerintah yang diakui, yang dipilih oleh suara mayoritas, melainkan pemerintah yang dikontrol oleh opini dan paksaan sekelompok kecil orang yang mendominasi.” (“I am a most unhappy man. I have unwittingly ruined my country. A great industrial nation is controlled by its system of credit. Our system of credit is concentrated. The growth of the nation, therefore, and all our activities are in the hands of a few men. We have come to be one of the worst ruled, one of the most completely controlled and dominated governments in the civilized world. No longer a government by free opinion, no longer a government by conviction and the vote of the majority, but a government by the opinion and duress of a small group of dominant men.”) Pada tahun 1933, menyusul terjadinya krisis moneter, Presiden Roosevelt yang juga kampanyenya didanai The Fed, melakukan aksi penyitaan emas rakyat dan menyerahkannya kepada The Fed sehingga dollar benar-benar menjadi mata uang AS dan uang emas/perak tidak digunakan lagi. Tentu tidak semua presiden AS sebodoh Wilson atau Roosevelt, sehingga mau menukar kedaulatan negara dengan uang bantuan kampanye. Presiden F Kennedy pernah berusaha melepaskan AS dari jeratan The Fed dengan membuat rencana penerbitan mata uang sendiri. Namun, sebelum rencananya terlaksana, dia sudah mati dibunuh. Presiden-presiden sebelumnya, dan para politisi dan ekonom AS pun sudah banyak yang memperingatkan bahaya penyerahan hak cetak dollar dan hak pendistribusiannya kepada bankir swasta; namun suara-suara itu lenyap begitu saja, seiring dengan terus berlanjutnya proses indoktrinasi sistem ekonomi uang kertas di kalangan akademisi seluruh dunia. Situasi ini dijelaskan sendiri oleh Rothschild pada tahun 1863, “Sedikit orang yang memahami sistem ini sangat tertarik pada keuntungan sistem ini atau sangat memiliki ketergantungan pada sistem ini, sehingga tidak akan ada perlawanan dari mereka” (“The few who understand the system, will either be so interested from it’s profits or so dependant on it’s favours, that there will be no opposition from that class.”) Meluasnya penggunaan dollar di dunia, dan dijadikannya dollar sebagai standar mata uang dunia (contoh: harga2 di Indonesia selalui dikaitkan dengan dollar, dollar naik, harga barang di Indonesia juga naik) membuat The Fed kini pada hakikatnya adalah penjajah dunia, termasuk rakyat AS sendiri. The Fed leluasa mencetak dollar, dan rakyat sedunia memberikan kekayaan alam dan keringat mereka untuk ditukar dengan dollar. Contohnya Indonesia, karena pemerintah Indonesia mau saja dibodoh-bodohi menerima hutang dollar; untuk membayarnya, digunakanlah uang pajak hasil keringat rakyat dan dengan menjual sumber daya alam. III. Kemana Uang The Fed Mengalir? Pertanyaan akhir, buat apa klan Rothschild dan kroni-kroninya itu mengeruk kekayaan dari seluruh penjuru dunia? Masih kurang kayakah mereka? Kapankah mereka akan bisa terpuaskan? Jawabnya: 1. Kalau kita kembali pada Al Quran (AlHumazah:2-3), mereka inilah yang disebut “orang yang mengumpulkan uang dan menghitung-hitungnya; dan mengira bahwa hartanya itu akan mengekalkan dirinya.” Mereka terus-menerus mengumpulkan uang, dengan menghalalkan segala cara, termasuk dengan menjajah secara terang-terangan, atau menjajah melalui sistem uang kertas, demi mempertahankan keabadian diri dan keluarga mereka di muka bumi. Dan inilah ujian bagi manusia yang beriman: mau terus tunduk di bawah penjajahan manusia-manusia jenis ini, atau bergerak, bergerak, bergerak, berjuang membebaskan diri dan menciptakan keadilan di muka bumi. 2. Kalau mau diperdalam lagi pembahasannya: Rothschild adalah Yahudi-Zionis yang punya impian untuk membangun Israel Raya. Israel mengenang Baron Edmond James (Avrahim Binyamin) de Rothschild (1845-1934) sebagai "Father of the Settlement". Dialah yang pertama kali memulai proyek permukiman Israel dengan membeli tanah-tanah di Palestina untuk kemudian dihuni oleh imigran-imigran Yahudi dari berbagai penjuru dunia. Impian Edmond Rothschild ini diteruskan oleh keturunannya (bahkan, darah klan Rothschild tetap ‘murni’ hingga sekarang karena ada aturan ketat tentang pernikahan dalam keluarga itu). Ketika jumlah penduduk Yahudi sudah cukup signifikan, dengan uangnya, klan Rothschild menggunakan segala macam cara untuk menekan wakil-wakil negara-negara anggota PBB sampai mereka akhirnya pada tahun 1947 menyetujui Resolusi 181 yang merampas 56,5% wilayah Palestina untuk dijadikan negara Israel. Hingga kini, biaya operasional Israel masih terus disuplai oleh AS (dan siapa sesungguhnya pemilik uang di AS, dan bagaimana uang itu dikeruk, sudah terjawab di uraian di atas). Oya, ingat juga fakta bahwa Deklarasi Balfour 1917 -yang berisi kesepakatan Inggris untuk menyiapkan tanah air bagi bangsa Yahudi- disampaikan secara resmi oleh Menlu Inggris kepada Walter Rothschild (anak Edmon Rothschild). Jasa Edmond Rothschild diabadikan dalam uang koin emas Israel yang dinamai “Koin Hari Kemerdekaan” berikut ini: Bagian depan: foto Baron Rothschild bertulisan aksara Hebrew “Father of the Jewish Settlement". Bagian belakang: lambang negara Israel dengan tulisan di bawahnya "Baron Edmond de Rothschild", "1845-1934" (masa hidup Edmond Rothschild), "Centenary of His First Settlement Activities in Eretz Israel". Kata "Israel" ditulis dalam huruf Hebrew, Inggris, dan Arab. Tahun penerbitan mata uang ini adalah 1982. Uang yang berlaku di suatu negara seringkali berubah, baik gambarnya, jenis bahan dan tinta yang digunakan, maupun nama mata uang itu sendiri. Setelah uang "versi baru" diluncurkan, maka uang lama biasanya ditarik dari peredaran secara bertahap, dan setelah beberapa tahun berlalu maka tidak lagi bisa dipergunakan sebagai alat tukar yang berlaku. Apa yang bisa kita lakukan bila kebetulan mendapatkan uang asing ataupun Rupiah yang sudah tidak berlaku seperti ini? Uang Yang Sudah Tidak Berlaku - Deutsche MarkSalah satu koin mata uang Deutsche Mark yang sudah tidak berlaku karena digantikan Euro Money changer atau bank di Indonesia umumnya hanya menerima uang dalam kondisi prima dan merupakan rilisan terbaru. Dengan demikian, uang asing yang di negara asalnya pun sudah ditarik dari peredaran tentunya akan sulit sekali ditukarkan ke Rupiah. Namun, itu tidak lantas berarti uang yang sudah tidak berlaku tersebut cuma jadi sampah. Tergantung dari sebab mengapa uang tersebut tidak lagi berlaku dan negara asalnya, uang-uang lama itu bisa jadi masih bisa ditukar. Walaupun, tentu saja tempat penukarannya tidak bisa sembarangan. 1. Gunakan Di Negara Asal Amerika Serikat memiliki aturan khusus mengenai uang-nya. Semua uang kertas Dolar AS yang pernah beredar di pasaran secara hukum bisa digunakan untuk selamanya di negara tersebut, walaupun uang cetakan baru sudah muncul. Namun demikian, money changer dan tempat penukaran uang lainnya di Indonesia seringkali tidak mau menerima Dolar AS bertahun emisi lama. Jadi, bagaimana? Solusinya, Anda bawa saja Dolar AS itu ke negara asalnya, gunakan untuk berbelanja atau ditukar ke mata uang lain via bank. Tetapi perlu dicatat bahwa tidak semua negara memiliki kebijakan selonggar ini. Di kebanyakan negara, termasuk Indonesia, bank-bank dan toko menolak menerima uang lama yang sudah bertahun-tahun lalu ditarik dari peredaran. Ini karena ada peraturan mengenai jangka waktu penukaran uang lama dengan uang baru. Setelah melewati jangka waktu yang ditentukan, maka uang lama tidak lagi berlaku. Kalau kebetulan Anda memiliki uang lama semacam ini, maka Anda bisa mencoba alternatif lain dibawah ini. 2. Tukar Di Bank Sentral Negara Asal Uang bisa jadi tidak berlaku karena pencetakan uang baru. Pencetakan uang baru disini maksudnya adalah pencetakan uang dengan gambar, jenis bahan, tinta, atau pita pengaman baru. Pembaruan semacam ini biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah pemalsuan uang, atau agar uang menjadi lebih awet. Sebagai contoh, bahan terbaru yang sekarang populer digunakan sebagai pengganti kertas adalah polymer seperti biaxially oriented polypropylene (BOPP). Polymer bisa disisipi pengaman dan lebih awet daripada uang kertas biasa (uang berbahan polymer bahkan kabarnya bisa tahan mesin cuci!). Brunei, New Zealand, Australia, dan belasan negara lain telah mengganti semua uangnya dengan bahan Polymer ini, dan Inggris juga telah mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengganti uangnya dengan bahan Polymer tahun 2016 mendatang. Uang Kertas dan PolymerDi sebelah kiri adalah Poundsterling berbahan kertas, sedangkan di sebelah kanan adalah Dolar Australia berbahan Polymer Pencetakan uang baru seperti ini lazimnya dibarengi penarikan uang lama secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. Dalam jangka waktu tersebut, masyarakat masih bisa menggunakan uang lama; bank-bank dan toko pun masih mau menerimanya. Tetapi setelah jangka waktu berlalu, maka uang lama tersebut tidak bisa lagi digunakan secara bebas. Dalam kasus semacam ini, Anda bisa mencoba menukarkan uang yang sudah tidak berlaku itu dengan uang baru di bank sentral negara asalnya, setelah itu baru ditukar ke Rupiah atau mata uang lainnya. Bank sentral merupakan "bank-nya bank" dan otoritas bidang keuangan suatu negara, sehingga kedudukannya berbeda dengan bank biasa. Bank sentral juga lah yang biasanya memegang kekuasaan atas pencetakan dan peredaran uang. Oleh karena itu, peraturan di beberapa negara mengizinkan penukaran uang yang sudah tidak berlaku di bank sentral, walaupun jatuh tempo penukaran sebenarnya sudah berlalu. Salah satu negara yang menjalankan kebijakan ini adalah Inggris. Jika Anda memiliki uang Poundsterling yang sudah tidak berlaku lagi, maka Anda bisa menukarkannya langsung di bank sentral Inggris (Bank of England) di London, atau mengirimkannya via pos disertai formulir permohonan yang bisa diunduh di situs Bank of England. Sedangkan di Indonesia, Bank Indonesia menetapkan batas waktu penukaran paling lambat bagi Rupiah terbitan lama yang sudah dicabut dari peredaran, dimana uang lama tidak akan bisa ditukar lagi dengan uang baru setelah melampaui batas waktu tersebut. Rupiah Yang Sudah DicabutTabel jatuh tempo penukaran Rupiah tahun emisi 1991, 1998, dan 1999 yang telah ditarik dari peredaran Sebuah negara juga bisa mengubah mata uang yang berlaku di negaranya. Contoh yang paling masif adalah perubahan mata uang belasan negara di kawasan Eropa ke Euro secara bertahap antara 1999-2002. Perubahan saat itu membuat mata uang Deutsche Mark, Italian Lira, France Franc, dan lain-lain menjadi tidak berlaku lagi karena digantikan oleh mata uang Euro. Pemilik mata uang-mata uang tersebut harus menukarkan uangnya dengan Euro pada kurs yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam batas waktu tertentu. Apabila telah melewati batas waktu, maka uang-uang lama tersebut tidak lagi bisa digunakan maupun ditukar secara bebas, bahkan di negara asalnya sekalipun. Jalan keluarnya, bila Anda kini masih memiliki uang Deutsche Mark, misalnya, Anda bisa membawa uang tersebut ke bank sentral Jerman (Bundesbank) untuk ditukar secara langsung ataupun via pos. 3. Tukar Di Bank Sentral Negara Baru Selain tidak berlaku-nya uang lama karena ada uang hasilpencetakan baru, "mata uang" pun bisa berganti dengan versi baru. Indonesia saja dulu pernah berkali-kali berganti mata uang sebelum akhirnya menggunakan Rupiah. Hal yang sama juga terjadi saat tahun 1949 Taiwan mengganti mata uang menjadi New Taiwan Dollar dari Old Taiwan Dollar. Perubahan mata uang suatu negara juga kadang didahului oleh perubahan negara. Contohnya adalah keruntuhan Uni Soviet yang membuat negara-negara mantan anggotanya berganti mata uang dari Soviet Ruble menjadi mata uang lain seperti Russian Ruble, Azerbaijani Manat, dan lain sebagainya. Hal serupa juga terjadi di negara Yugoslavia yang kemudian berubah menjadi Negara Kesatuan Serbia dan Montenegro, dimana Dinar Yugoslavia berubah menjadi Dinar Serbia. Uang Yang Sudah Tidak Berlaku - Soviet RubleUang kertas Soviet Ruble yang sudah tidak berlaku Dalam kejadian-kejadian seperti itu, negara-negara yang bersangkutan biasanya membatasi penukaran uang baru dalam jangka waktu terbatas di tingkat kurs tetap terhadap mata uang lama-nya. Azerbaijani Manat, misalnya, di tahun 1992 di-konversi dengan kurs 10 Soviet Ruble = 1 Manat. Old Taiwan Dollar juga dikonversi dengan rasio 1 New Taiwan Dollar = 40,000 Old Taiwan Dollar. Dalam kondisi seperti ini, penukaran mata uang lama dengan mata uang baru bisa mengalami penurunan nominal yang cukup besar. Namun ada juga negara yang walaupun mata uangnya berubah, tetapi ditukar dengan kurs 1:1, contohnya Rusia pasca Uni Soviet, dimana 1 Soviet Ruble bisa ditukar dengan 1 Russian Ruble. Karena nama dan struktur negara sudah berbeda, maka menukarkan mata uang yang sudah tidak berlaku karena kejadian seperti ini bisa jadi repot sekali atau bahkan tidak mungkin dilakukan. Apabila Anda kebetulan memilikinya, maka Anda harus menukarkan mata uang lama dengan mata uang baru dulu sebelum menukarnya dengan Rupiah. Tetapi ini pun tidak pasti bisa dilakukan. Bank sentral negara yang baru bisa jadi masih bersedia menukar uang lama dengan uang baru, tetapi bisa juga tidak diijinkan. Umpamanya, Bank Sentral Serbia masih menerima penukaran Dinar Yugoslavia menjadi Dinar Serbia, tetapi Bank Sentral Rusia tidak lagi menerima penukaran Soviet Ruble menjadi Russian Ruble. Nah, kalau bank sentral-nya pun sudah tidak mau terima, maka satu-satunya jalan bagi kita untuk "mencairkan" uang kadaluwarsa begini adalah melalui kolektor. 4. Di Kolektor Biarpun sudah tidak bisa dipergunakan sebagai alat pembayaran, uang bisa jadi masih bernilai. Ini karena semakin kuno, langka, dan khas suatu uang, maka kualitasnya sebagai barang koleksi semakin meningkat. Bahkan, harga selembar uang yang sudah tidak berlaku bisa jauh lebih tinggi ketimbang daya beli yang sesungguhnya. Tabel dibawah ini menampilkan daftar harga koin Sen yang sudah tidak berlaku di Amerika Serikat pada salah satu situs jual beli uang online. Bisa dilihat bahwa koin sen tahun emisi 1793 bahkan bisa terjual dengan harga hingga 30,000 Dolar AS. Harga Koin Koleksi Namun, tak semua uang yang sudah tidak berlaku akan berharga bagi kolektor. Kolektor hanya tertarik pada uang dengan karakteristik tertentu saja, bukan dengan uang yang banyak ditemukan dimana-mana. Oleh karena itu, sebelum menjual uang kadaluwarsa, ada baiknya menyelidiki dulu mengenai uang yang dimiliki; apakah itu punya nilai koleksi? berapa harganya?. Informasi seperti ini bisa diperoleh dari para pedagang uang kuno dan koin langka. Hati-Hati Penipuan dan Uang Palsu Ketika Anda menemukan uang lama di gudang atau di pojok lemari kakek buyut Anda, jangan buru-buru senang. Mata uang asing terbitan berpuluh tahun lalu juga sering menjadi bahan penipuan karena pemalsuan uang zaman dulu jauh lebih mudah dan banyak menyasar masyarakat di negara berkembang yang kurang berpendidikan. Salah satu kasus yang sering terjadi adalah terkait dengan uang 100,000 Dolar AS tahun 1934 bergambar Woodrow Wilson. Banyak orang menemukan uang ini di harta keluarga, dan berusaha menukarnya, namun tidak bisa. Ini bukan karena uang itu sudah tidak berlaku, melainkan karena uang 100,000 Dolar AS tahun 1934 memang tidak diedarkan di masyarakat, dan apabila ada di pasaran maka kemungkinan besar palsu. Perlu diketahui, Pemerintah AS menerbitkan uang 100,000 hanya sekali pada tahun 1934 sebagai gold certificate khusus bagi bank-bank. Kepemilikan uang ini terlarang bagi masyarakat umum, dan apabila terjadi maka ada ancaman 25 tahun penjara oleh pemerintah federal AS. Saat ini, semua uang 100,000 Dolar AS tersebut telah dimusnahkan, kecuali yang dipamerkan di Museum Smithsonian dan diarsipkan oleh bank sentral AS, serta satu set yang rumornya dicuri. Dengan demikian, seandainya uang 100,000 Dolar AS di tangan Anda ternyata asli pun, itu adalah barang ilegal yang harus dikembalikan ke Pemerintah AS karena Anda tak memiliki hak atasnya dan malah bisa dianggap curian. Artikel Rupiah Sosok Pahlawan Indonesia Di Mata Uang Rupiah Redenominasi Rupiah - Sekedar Potong Nol, Apa Masalahnya? (1) Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah Hati-Hati, Tiga Penipuan Valas Paling Populer Di Dunia Menghantui Hubungan Antara Depresiasi Rupiah Dan PHK Kapan Redenominasi Rupiah Akan Diberlakukan? Hubungan Nilai Tukar Rupiah Dan Harga Barang Di Pasar 7 Negara Dengan Nama Mata Uang Mirip Rupiah Uang NKRI Terbit 17 Agustus 2014, Bukan Redenominasi Rupiah Mengenang Sejarah Rupiah di Indonesia Artikel Rupiah Lainnya Komentar: 154 [tampilkan mulai tanggal pertama] [tampilkan langsung ke tanggal terakhir] 1 2 3 4 5 6 7 8 Saya pya uang euro cap 1jt dolar 1lembar y , cara penukarannya gmn ya Septeby 18 FEB 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] @septeby: Perlu diketahui bahwa Euro tidak pernah dicetak dalam pecahan lebih besar dari 500 Euro. Apabila Anda memiliki Euro bertuliskan nominal 1 juta, maka itu hanya uang commemorative saja dan tidak berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah. Lebih lanjut mengenai ini bisa Anda baca dalam artikel kami: http://www.seputarforex.com/artikel/rupiah/lihat.php?id=222237&title=hatihati_tiga_penipuan_valas_paling_populer_di_dunia_menghantui A. Muttaqiena 20 FEB 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] kalo mau tukar uang asing lama ( kuno ) dmn yach,,,??? thanks Ayock 27 FEB 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] UANG KUNO NEGARA MANA BOS? Dani 28 JUN 2015 [balas komentar ini] Hallo mas, saya punya uang kertas cina warna coklat gambar truk bermuatan, ada 6 lembar,, berapa nilainya dalam rupiah kalau dijual, dan gmn cara jualnya?tlp: 087703280009pin bb: 5838d489 Agus Mala 16 AUG 2015 [balas komentar ini] Cara nukar uang kuno negara brasil dmna bos Agus 17 AUG 2015 [balas komentar ini] Gambarnya yg bagaimana mas.... apakah nominalnya 5000 dolar brasil Ecco Leo 15 NOV 2015 @ayock: Sebagaimana kami sampaikan di artikel, mata uang asing lama/ kuno biasanya sudah tidak diterima lagi oleh money changer maupun bank di Indonesia. Alternatifnya:1. Menggunakannya di negara asal apabila masih diterima sebagai alat pembayaran legal.2. Menukarkannya di bank sentral negara asal dengan mata uang yang sama tetapi terbitan lebih baru, baru kemudian ditukar ke Rupiah.3. Apabila di negara aslinya pun sudah tidak diterima lagi, maka Anda lebih baik mencari kolektor yang mau membeli uang kuno apabila ada nilai koleksinya. Tentu saja Anda tidak bisa mendapatkan nilai tukar sesuai kurs, karena statusnya sudah bukan sebagai mata uang lagi, melainkan barang koleksi. Jika nilai koleksinya pun tidak ada, maka dengan sangat disayangkan, uang asing lama itu sudah tidak ada harganya sama sekali. A.muttaqiena 27 FEB 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] kalo uang kuno indonesia yg seri nya berurutan bisa gk di tukar ke BI, masih bagus kok mulus kaya baru, peninggalan nenek saya dulu Arya Septian 2 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] Uang kuno yang sudah tidak berlaku, baik itu seri berurutan ataupun tidak, mulus ataupun rusak, tetap tidak bisa ditukarkan di bank sentral. Bank sentral hanya menerima uang yang masih berlaku, atau uang yang meski sudah tidak berlaku tetapi belum melampaui batas waktu penukarannya. Berikut ini daftar uang yang ditarik dari peredaran namun masih dapat di tukarkan. A.muttaqiena 3 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] kalo mau tukar Uang USA $1.000.000 dalam 1 lembar nya dimana Yak?? soalnya ada keluarga yang punya.. lengkap dengan sertifikat dan tersimpan baik dalam berukuran BAL Tweraa 10 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] @tweraa:Dolar AS 1juta bukan merupakan alat pembayaran legal, jadi tidak bisa ditukarkan selayaknya valas karena tidak memiliki nilai, tak peduli ada sertifikat ataupun tidak. Perlu diketahui bahwa pihak berwenang di Amerika Serikat tidak pernah mencetak uang 1 juta Dolar AS, dan uang 1 juta Dolar AS yang beredar di masyarakat hanyalah uang-uangan untuk koleksi, bukan alat pembayaran yang sah. Sehingga tidak ada bank maupun money changer, baik di Indonesia maupun negara asalnya, yang akan mau menukarnya dengan mata uang lain. A.muttaqiena 10 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] saya punya mata uang german mark, 1000 mark ada 10.000 lembar, kira2 dimana selain negara asal nya atau yg di sebut sama anda di atas Yus 10 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] yus, uang jerman tahun brp, klo tahun 1991 bs sy bntu. hub 081918702297 Ramon 16 MAY 2015 [balas komentar ini] Thun brapa gan?coba kirim sempelnya ke email saya...marsel.prima@yahoSaya mau beli Marsel 8 JUN 2015 [balas komentar ini] tahun brapa gan ???kontak sy 085318325779 Galihniagapratama 2 JUL 2015 [balas komentar ini] Bos, tahun berapa? 1991 kah? Yanuar 9 JUL 2015 [balas komentar ini] minta no hp nya pak, mungkin sya bisa bantu , yg penting ori Anton 14 SEP 2015 [balas komentar ini] @Yus: Mata uang Mark sudah tidak dipakai lagi di Jerman karena kini mereka beralih menggunakan Euro. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menukar uang Mark Jerman hanya dengan membawanya ke bank sentral Jerman (Bundesbank) untuk ditukar dengan Euro sesuai dengan kebijakan mereka. Setelah itu, baru Euro bisa ditukarkan ke mata uang lain, seperti Rupiah. Tidak ada alternatif lain, karena ini termasuk mata uang yang sudah tidak berlaku lagi. A. Muttaqiena 10 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] A. Muttaqiena : enak aja tidak ada alternatif lain. Ada mbak, Daripada repot dibawa ke bank sentral jerman cuma buat nukerin mark ke euro, mending dijual ke kolektor. Alif 17 DEC 2015 [balas komentar ini] @alif: jika Anda simak artikel diatas baik-baik, maka Anda akan melihat ada poin 4: di kolektor. Sedangkan yang dipertanyakan oleh saudara Yus adalah, "saya punya mata uang german mark, 1000 mark ada 10.000 lembar, kira2 dimana selain negara asal nya atau yg di sebut sama anda di atas". DALAM KONTEKS INI, saya menegaskan kembali yang telah tertulis di artikel, bahwa jika ia ingin MENUKAR, maka hanya bisa di bank sentral Jerman. Jika dirunut kembali sesuai alur penuturan dalam artikel, maka akan ditemukan bahwa alternatif berikutnya adalah ke kolektor. Tetapi, tentu saja, jika dibawa ke kolektor, namanya bukan menukar lagi, karena kurs nilai tukarnya sudah tidak ada; jadi namanya adalah DIJUAL ke kolektor. Istilahnya sudah berbeda. Silahkan Anda simak baik-baik artikel dan konteks, sebelum menyampaikan bantahan. A. Muttaqiena 21 DEC 2015 [balas komentar ini] saya punya coin 20 dollar th 1898 liberty...bg yg berminatkontak aq 085856868301 Alivio Firdianto 15 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] sy punya uang koin wilhelmina 1G 1929. nederland 2 1/2 . 1945. nederland 1C+ 1945. 5 sen 1951. uang kertas ; Rp 500 1988 (kijang). Rp 500 1992(orang utan) Rp 2 1/2 1961.minat hub sy di 081251179120 Melkianus Meta Nunu 21 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] Sy punya uang brazil pecahan 10.000 apa mash bisa ditukar..yg mnat hub.085340638544. Rival 23 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] saya punya pecahan uang dollar $ 100.000 dollar tahun 1934 kalo boleh tau menukar nya dimana yah Evrain 14 JUL 2015 [balas komentar ini] asalkan asli bisa ditukar di jkt. yg penting kodenya on Aldi 20 OCT 2015 [balas komentar ini] Bro aldi@ lihat kode nya dmn nya? Minta email bpk aldi dong Faldi 11 JUL 2016 @Rival: Mata uang Brazil Cruzeiro yang memiliki pecahan 10,000 kini sudah tidak dipakai lagi sebagai alat pembayaran legal dan telah ditarik dari peredaran karena telah diganti dengan Real. Dengan kata lain, uang itu tidak akan bisa dipertukarkan dimanapun. A.muttaqiena 24 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] Saya punya uang pecahan u$1.oo.000 amerika thn 1934 gmn cara menukarnya Kholik 24 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] @kholik:Lembaran 1,00,000 USD tahun 1934 tidak bisa ditukarkan dimanapun karena itu kemungkinan besar uang palsu. Tidak ada money changer berizin maupun bank, baik di Indonesia maupun negara lain, yang akan mau menerima/menukarkan lembaran tersebut. A. Muttaqiena 25 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] Sy pya koleksi uang Peru thn 1989 pecahan 100.000,apkh msh bsa d tukarkan ? Irfan Karamasa 27 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] Sy jga pya koleksi uang IDR 100.000 thn 1997 dan 1999. Apa msh bsa d tukarkan ? Irfan Karamasa 27 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] bisa sy punya buyer valid utk terima uang 100.000 thn 1997 dan 1999 hub saya 085210345984 Atin 22 MAY 2015 [balas komentar ini] @Irfan Karamasa: Uang Peru tahun 1989 (Inti) sudah tidak berlaku karena digantikan oleh mata uang Nuevo Sol sekaligus di-revaluasi dengan perbandingan 1,000,000 uang lama = 1 uang baru. Dengan demikian, uang Peru Anda sudah tidak dapat ditukarkan dimanapun. Sedangkan Rupiah 100,000 tahun 1999 masih dapat ditukarkan di kantor Bank Indonesia terdekat. A. Muttaqiena 27 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] cara lain tak ada ke ???Nak jual duit peru ni ??ermmmmmmmmm Ain527 6 JUL 2015 [balas komentar ini] aku punya uang AS$ 1000000,~ taun 1923~1928 apakah mash bisa d tukar?… dan 1 lembar 10000 Yen g ada taun penerbitannya Iyos 27 MAR 2015 [beri komentar baru] [balas komentar ini] Pemerintah Amerika Serikat maupun bank sentralnya tidak pernah mengeluarkan uang dengan pecahan satu juta dolar. Apabila Anda memiliki lembaran uang satu juta Dolar, maka uang itu sama sekali tak ada harganya dan tidak bisa ditukarkan dimana-mana, karena kemungkinan uang palsu atau sekedar uang-uangan. Yen dalam pecahan 10,000 memang ada dan pernah diterbitkan oleh Jepang. Namun demikian, mengingat banyaknya uang Yen palsu dalam pecahan tersebut, Anda kemungkinan akan kesulitan menukarkannya jika tahun terbitnya sudah lama. Untuk penilaian yang lebih pasti, bisa Anda bawa ke money changer berizin terdekat :) A. Muttaqiena 27 MAR 2015 [balas komentar ini] demi allah abah saya punya uang 100.000 dolar singapura cuma 1 lembar tahun 1970 tapi kemarin2 saya udah usahakan ke bank g bisa ditukar tapi saya tanya keasliannya,ternyata emang asli. gmana solusi nya.? tolong yahhhhhhhh di bantu Ardiansyah 27 MAY 2015 [balas komentar ini] Sepengetahuan kami, Singapura tidak pernah mengeluarkan lembaran uang senilai 100,000 Dolar. Denominasi terbesar Dolar Singapura yang berlaku adalah 10,000. Apabila tidak yakin dengan ini, maka Anda bisa coba tanya lagi ke bank tempat Anda bertanya sebelumnya. Jika mereka bisa memastikan bahwa itu asli, maka seharusnya mereka bisa mengupayakan penukarannya ataupun mengetahui dimana bisa menukarkan. Alternatifnya, Anda bisa konfirmasi langsung ke Monetary Authority of Singapore (MAS) untuk mengecek ulang keaslian lembaran uang tersebut. A. Muttaqiena 26 OCT 2015 Pak Muttaqiena boleh minta kontak person bapak utk tanya ttg mata uang negara2 luar indonesia. Trmksh Arumdinang 22 MAY 2016 [balas komentar ini] Silahkan hubungi via sosial media facebook atau linked in. A. Muttaqiena 23 MAY 2016 1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Penutup Jadi inilah kenyataannya: dunia ini berjalin berkelindan, tak ada manusia/bangsa yang benar-benar hidup sendirian, semua saling terkait dan terpaut, dan karenanya umat manusia seharusnya berjalan bersama, berjuang bersama mencapai kesadaran diri (emansipasi), dan memandang dunia secara jernih supaya bisa melihat bahwa sebagian besar penduduk dunia ini saat ini sedang ditindas oleh segelintir lainnya. Dan karenanya, masihkah ada lagi yang harus bertanya: mengapa kita orang Indonesia musti membela Palestina, bukankah lebih baik mengurusi korban Lapindo? Lihatlah, siapa yang ada di balik semua ini dan bergeraklah! Minimalnya, bergeraklah dengan cara menyebarluaskan penyadaran dan pencerahan, melalui sikap sehari-hari (misalnya, mulai bersikap independen dan tidak lagi selalu berorientasi uang dalam menjalani hidup), kata-kata, atau tulisan.